Oktober 06, 2015

Anak SMK 53 Jadi Pelopor Berkendara Aman

Pengecekan Kendaraan
Metrotvnews.com, Jakarta: Tak ada alasan buat ugal-ugalan di jalan, ada pelatihan berkendara aman yang bisa kamu ikuti, gratis. Anak-anak SMK 53 Jakarta jadi pelopornya.


Metrotvnews.com, Jakarta: Cone-cone itu diletakkan berjajar, plastik kerucut kuning itu, salah satu fungsi nya mengasah keterampilan saat menghindari rintangan. Di sampingnya, lapangan beraspal itu dicat putih melingkar, juga untuk melatih pemotor bermanuver.



Sebelum melaluinya, perlengkapan berkendara mesti dikenakan lengkap. Maka, di sana, tersedia pula sepatu tertutup, sarung tangan, serta helm.



“Karena Honda, dari perusahaan induknya di Jepang, punya filosofi menghargai kehidupan. Bentuk penghargaan itu adalah komitmen kami untuk tidak hanya menjual, tapi juga mengajak pemakai produk untuk berkendara aman,“ kata Agus Sani, Safety Riding Instructor PT Wahana Makmur Sejati, distributor tunggal Honda Motor untuk wilayah Jakarta dan Tangerang ketika disambangi Move pada Senin (22/12) di Safety Riding Center di Jatake, Banten.



Tak berbayar, cukup melakukan perjanjian, pemilik motor bisa melatih aneka keterampilan bermotor di sana.



Pelatihan bisa diikuti individu, komunitas, atau klub motor, karyawan instansi pemerintah maupun swasta. Pelatihan berkendara aman bukan cuma bisa dilakukan di Jatake, Agus dan timnya juga melakukan aktivitas serupa di berbagai lokasi.



TK hingga SMA, dan tentunya kampus-kampus di Jakarta dan Tangerang rutin mereka datangi, beberapa kali juga melibatkan pihak kepolisian. “Untuk anak TK kami ajarkan mengapa harus memakai helm, tidak dibonceng di depan dan harus didampingi satu lagi orang dewasa di belakangnya. Untuk anak yang lebih besar, kami mulai masukkan soal safety riding hingga aturan lalu lintas, mengapa mereka harus punya SIM dan membawa serta STNK,“ kata Agus.



Salah satu pesan yang disampaikan, 90% kecelakaan disebabkan faktor manusia. Sebanyak 17,6% dipicu kesalahan operasi, 23,5% salah ambil keputusan dan kesalahan menilai situasi 58%.



Selain itu, kata Agus, ada pula faktor lingkungan yaitu kondisi jalan, cuaca, dan rambu-rambu lalu lintas. Penyebab lainnya, kendaraan, karena kurang terawat atau modifikasi yang tidak tepat. “Sehingga untuk manusianya, kami mengajarkan pengetahuan, teknik dan etika berkendara.“



SMK 53 binaan Rambu-rambu serupa, dalam wujud tanda-tanda parkir bergaris dengan himbauan memakai helm dan berhati-hati di jalan, Move temui di SMK 53 di kawasan Kamal, Jakarta Barat. SMK dengan enam bidang keahlian itu menjadi binaan PT Wahana Makmur Sejati sejak awal 2014 lalu.



Namun, bukan cuma bantuan yang diperoleh, para guru yang juga telah mendapat pembinaan rutin memeriksa kelengkapan berkendara para siswa, terutama helm. “Kami sempat kedatangan Nidji, brand ambassador Honda saat pelatihan safety riding di sini,“ kata Steven.



Untuk memastikan keterampilan berkendara dipahami siswa, secara rutin siswa SMK itu juga dikirim mengikuti pelatihan berkendara aman di Jatake. Lazimnya, kata Maryana, sang Wakil Kepala Sekolah, pelatihan itu didapat saat magang di Wahana Makmur Sejati.Betah di sekolah Ya, magang! Yang istimewa dari siswa SMK ialah proses magang.Namun, sebelum mereka magang, tentunya mereka telah siap mengaplikasikan keterampilannya.



Move bertemu Febi, Rangga, dan Nanda di bengkel praktik di sana. Di sana, ada empat motor, mulai tipe sport, bebek, dan matic yang jadi wahana mereka belajar. Ada pula mesin yang bisa mereka eksplorasi untuk mempelajari teknik lanjutan.




“Semuanya, bantuan dari Honda sehingga dana yang kami terima bisa dialokasikan untuk program lainnya,“ kata Maryana yang justru senang jika siswanya pulang sore, lo? Ya, karena lengkapnya peralatan di bengkel membuat mereka betah berlama-lama membongkar, dan tentunya kemudian kembali memasang, motor-motor dan mesin-mesin.



“Tapi, karena bagian dari program sebagai sekolah membuat lapangan basket diperbaiki, anak-anak juga biasanya olahraga dulu. Ada juga fasilitas lain seperti band, lapangan sepak bola, dan tentunya wifi gratis,“ kata Maryana. (Media Indonesia/M-4) 
FIT

Sumber : Metro TV News

November Rain Tiba, Pilih Jas Hujan Berkualitas

Sebaiknya pilih jas hujan model setelan baju dan celana demi safety. MTVN.com/A Harry Budiawan
Metrotvnews.com, Jakarta: Memasuki bulan November ini, intensitas hujan semakin sering dan terjadi hampir setiap hari. Untuk pengendara motor tentu harus menyiapkan jas hujan supaya pakaian tak basah. Tapi jangan sembarangan pilih jas hujan karena bisa berujung celaka.

Utamanya jangan pilih jas hujan model ponco atau yang sering disebut juga model batman. "Karena bagian ujung jas hujan yang panjang, bisa terselip kebagian rantai motor atau tersangkut kendaraan lain. Bukan tidak mungkin kejadian ini bisa bikin celaka," kata Agus Sani Instruktur Safety Riding PT. Wahana Makmur Sejati, main dealer Honda Jakarta-Tangerang.

Masih menurut Agus, jas hujan model ini juga kurang nyaman dipakai karena bagian belakang akan berkibar ketika motor melaju, serta kaki tak tertutupi sempurna sehingga akan basah juga.

Tentu saja jas hujan model setelan baju dan celana lebih baik dari sisi safety ridingdan kenyamanan. "Memang dari harga jas hujan model ini lebih tinggi dibanding model ponco, tapi demi keselamatan nominal yang harus dikeluarkan pun tak sebanding," sambung pria berkacamata tersebut.

Jas hujan model setelan terbuat dari berbagai jenis bahan, umumnya ada taslan, cordura, piu 1682, plastik dan karet. Dari kesemua bahan tersebut kecuali karet, dilapis lagi dengan lapisan waterproof.

Untuk mengetahui kekuatan lapisan waterproof tadi Anda bisa coba meniup lapisan jas hujan. Jika ada angin lolos berarti kualitasnya kurang baik. Untuk yang berbahan karet sudah pasti tak tembus air, hanya saja akan terasa gerah dan sedikit kurang praktis untuk disimpan.

Jangan lupa selalu siapkan jas hujan di sepeda motor Anda, jangan sampai aktifitas terhambat dan membuat arus lalu-lintas tersendat karena pengendara sepeda motor yang berteduh memenuhi kolong fly over atau underpass
UDA

Sumber : Metro TV News

Honda Big Wing Jakarta, Belajar Safety Riding Bersama WMS

Peserta Safety Riding mencoba melewati papan keseimbangan

Metrotvnews.com, Jakarta: Komunitas pengguna big bike Honda yakni Honda Big Wing belajar safety riding melalui instruktur safety riding dari main dealersepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) dan PT Astra Honda Motor.

Berlangsungnya pelatihan safety riding pada akhir pekan lalu di Jatake, Tangerang ini, bisa memberi manfaat dan menjadi contoh komunitas motor besar yang santun dan berkendara aman.

“Tim instruktur kami telah lama punya bekal ilmu safety riding untuk semua tipe motor. Berdasarkan pengalaman dan bekal yang dari para instruktur, kami yakin peserta bakal mendapatkan pengalaman belajar safety riding yang lengkap,” kata Agus Sani, Head of Safety Riding WMS.

Pada acara ini, peserta mendapatkan pengetahuan safety riding baik secara teori maupun praktik seputar berkendara aman dengan tunggangan mereka. 
UDA

Sumber : Metro TV News





Oktober 04, 2015

PT. Prowell Indonesia ikuti Training Safety Riding

Tangerang (3/9/2015), Kini banyak perusahaan yang begitu antusias untuk memberikan pelatihan berkendara yang aman kepada karyawannya, salah satunya adalah PT. Prowell Indonesia yang berkantor di Jakarta Timur. Dengan menggunakan bis rombongan karyawan ini mendatangi Safety Riding Center Wahana Makmur Sejati yang merupakan pusat pelatihan untuk safety riding dan technical training Honda yang berlokasi di Jatake Tangerang.

Pelatihan Safety Riding yang diberikan oleh team SRP WMS kepada karyawan PT. Prowell Indonesia dimulai dari sesi teory yang dilanjutkan ke sesi praktek, para peserta diberikan pengetahuan dasar berkendara yang aman dan nyaman. "Tujuan dari pelatihan ini memberikan pengetahuan tentang bagaimana berkendara yang aman dan nyaman, serta meningkatkan skill berkendara sepeda motor para peserta, juga kita ingin merubah dan mengingatkan peserta ketika berkendara dijalan raya untuk lebih tertib dalam berlalu lintas" ucap Siswanto Instruktur SRP WMS.





Tunggangi Big Bike Honda di Track Safety Riding WMS

Tangerang (3/9/2015) Mungkin tidak semua orang bisa berkesempatan meliuk-liuk dengan Sepeda Motor Honda Big Bike di jalan raya, bukan karena tidak bisa berkendara namun lebih ke soal harga, PT. Astra Honda Motor (AHM) telah menjual sepeda motor kelas Big Bike dengan kapasitas cc mulai dari 500cc hingga 1000cc, mengenai harga tentu tidak bisa dibilang murah karena diatas 100jutaan. Namun tidak sedikit juga para penghobi sepeda motor kelas atas yang tertarik dengan sepeda motor Honda ini, mulai dari New CB 500 hingga CBR 1000 telah terjual kepada konsumen setia Honda. Menurut Chris Salmon selaku Big Bike Manager WMS sejak diluncurkan pada bulan April 2015, PT. Wahana Makmur Sejati sebagai Main Dealer Sepeda Honda Jakarta Tangerang telah menjual sebanyak 11 unit Honda Bigbike.

Sebanyak 25 rider Bigbike melakukan pelatihan singkat Safety Riding Course yang dipandu langsung oleh team SR AHM dan SR WMS, mulai dari teknik paling dasar seperti naik dan turun dari sepeda motor, serta mendirikan sepeda motor ketika terjatuh dipraktekan langsung di track safety riding, setelah itu mereka tunggangi Bigbike Honda nya di Track Safety Riding WMS. Berbagai manuver pun dilakukan, course yang sudah dibuat dan disesuaikan dengan Honda Bigbike dijajal satu persatu oleh para riders ini.






Selain pembekalan materi praktek para rider Honda bigbike ini diberikan materi teory yang diadakan di dalam ruangan, materi yang disampaikan oleh Satrio dari SR AHM mengupas tentang berkendara aman dengan sepeda motor bigbike serta petunjuk singkat tentang berkendara saat touring.
Sebagai penghargaan kepada para riders ini SRP WMS pun langsung memberikan sertifikat kepada para peserta.